a a a a a
LogoPage <b> <p style="color:#003366;">Dari Klik hingga Pengiriman: Peran Sistem Keamanan dalam Proses Logistik </p></b> ~dl/2026/3/10/news mar26
Page <b> <p style="color:#003366;">Dari Klik hingga Pengiriman: Peran Sistem Keamanan dalam Proses Logistik </p></b> ~dl/2026/3/10/news mar26

Dari Klik hingga Pengiriman: Peran Sistem Keamanan dalam Proses Logistik

Logistik dan e-commerce berjalan beriringan. Untuk memastikan barang yang dipesan sampai ke orang yang tepat, setiap tahap dalam proses logistik perlu diamankan dan dipantau dengan baik. Dalam hal ini, solusi keamanan dapat memainkan peran yang sangat penting.

Ketika Anda memesan sesuatu secara online, sebenarnya Anda sedang memulai proses logistik—yaitu alur perpindahan barang dari titik asal hingga ke titik konsumsi. Untuk mencegah berbagai risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan tersebut, seperti manipulasi barang atau pengiriman yang bersifat penipuan, setiap tahapan proses logistik harus diamankan dengan tepat. Berikut ini adalah gambaran bagaimana sistem keamanan berperan dalam proses tersebut.

Pemesanan

Proses logistik dimulai dari satu klik ketika pelanggan melakukan pemesanan secara online. Transaksi seperti ini harus diamankan dengan baik untuk memastikan data sensitif pelanggan tidak bocor atau disadap oleh pihak yang tidak berwenang.

“Proses pembelian online melibatkan pertukaran data sensitif, mulai dari detail pembayaran hingga informasi pribadi, sehingga membutuhkan enkripsi end-to-end. Untuk mengamankannya, sebagian besar sistem saat ini mengandalkan protokol enkripsi tingkat lanjut serta ‘multi-factor authentication’ (MFA) atau metode autentikasi modern lainnya seperti ‘passwordless’ authentication untuk memverifikasi identitas pengguna maupun merchant. Dalam banyak kasus, tokenization juga digunakan untuk menggantikan data pribadi dengan pengenal unik yang terenkripsi, sehingga secara signifikan mengurangi risiko kebocoran data,” ujar Stéphane Quetglas, Director of IoT Consumer and Industrial Marketing di Thales.

“Di balik mekanisme tersebut, Public Key Infrastructure (PKI) dan sertifikat digital (bidang yang telah menjadi keahlian Thales selama puluhan tahun) memastikan bahwa komunikasi dan pertukaran data tetap autentik dan bersifat rahasia. Singkatnya, keamanan siber bukanlah sesuatu yang ditambahkan belakangan—melainkan sudah menjadi bagian inti dari sistem modern.”

Pergudangan

Pergudangan merupakan salah satu elemen penting dalam rantai logistik. Karena gudang rentan terhadap berbagai risiko keamanan seperti pencurian dan akses tidak sah, diperlukan sistem keamanan seperti video surveillance dan access control untuk menjaga operasional tetap aman.

“Gudang biasanya menggunakan berbagai jenis kamera, seperti dome camera, bullet camera, dan fisheye camera untuk cakupan area yang luas, serta kamera dengan kemampuan low-light atau night vision untuk area yang minim pencahayaan. Selain itu, analitik video berbasis AI dapat membantu mendeteksi pergerakan yang tidak biasa. Untuk mengatur siapa saja yang boleh masuk dan keluar, gudang umumnya menggunakan kartu RFID, kode PIN akses, serta biometrik seperti sidik jari atau pengenalan wajah,” ujar Noor Ul Mushtaq, Head of Product Management di Nundlab.

Ia menambahkan, “Sistem manajemen gudang membantu memantau tingkat stok, mencatat pergerakan barang, memverifikasi pengiriman, serta mendeteksi kesalahan atau barang yang hilang. Sistem ini juga terintegrasi dengan teknologi RFID dan barcode untuk memberikan visibilitas inventaris secara real-time. Selain itu, digunakan pula alarm intrusi, sensor gerak, sistem deteksi kebakaran, pelacakan GPS untuk aset bernilai tinggi, serta berbagai perangkat keamanan siber untuk melindungi sistem digital.”

Transportasi

Selama barang berada dalam proses pengiriman, berbagai teknologi pelacakan dan pemantauan perlu diterapkan untuk memastikan integritas dan keamanan barang tetap terjaga.

“Di sinilah solusi IoT Track & Trace dari Thales memainkan peran penting. Teknologi IoT eSIM/iSIM yang aman memungkinkan perangkat pelacak mengirimkan data yang andal kepada para pengelola logistik dengan selalu terhubung ke jaringan seluler yang paling sesuai. Dengan teknologi ini, perangkat pelacak dapat memantau perangkat dan barang yang sedang dalam perjalanan secara real-time,” jelas Quetglas.

“Modul-modul ini secara terus-menerus mengirimkan data terenkripsi mengenai lokasi, suhu, tingkat kelembapan, serta tingkat guncangan, sehingga memberikan visibilitas penuh terhadap kondisi pengiriman. Jika suatu pengiriman menyimpang dari rute yang telah direncanakan, sistem akan secara otomatis memicu peringatan.”

Pengiriman

Tahap terakhir dalam proses logistik adalah pengiriman kepada pelanggan.

“Petugas pengiriman biasanya memindai barcode atau QR code untuk memastikan barang yang dikirim sudah sesuai. Pelanggan kemudian memberikan tanda tangan elektronik atau kode one-time password (OTP) sebagai bukti penerimaan. Beberapa layanan juga menggunakan aplikasi mobile untuk mengonfirmasi waktu dan lokasi pengiriman secara akurat, lengkap dengan bukti foto,” jelas Mushtaq.

AIoT Membawa Perubahan Besa

Tidak dapat dipungkiri bahwa Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT)—yang sering disebut sebagai AIoT—memainkan peran penting dalam proses logistik modern.

“AI menganalisis data untuk mendeteksi risiko, mengurangi potensi keterlambatan, serta memprediksi kebutuhan perawatan. Teknologi ini juga dapat mengidentifikasi aktivitas yang tidak biasa melalui kamera maupun sistem inventaris. Sementara itu, perangkat IoT mengumpulkan data secara real-time mengenai kondisi lingkungan barang serta status kendaraan. Kombinasi keduanya meningkatkan visibilitas, akurasi, dan keamanan mulai dari proses pembelian online hingga pengiriman akhir,” ujar Mushtaq.

“AI dan IoT merupakan tulang punggung logistik pintar—namun hanya jika keduanya dapat dipercaya dan aman,” tambah Quetglas. “Sensor IoT menyediakan aliran data real-time secara terus-menerus, sementara algoritma AI memproses data tersebut untuk memprediksi potensi keterlambatan, mendeteksi anomali, dan mengoptimalkan rute pengiriman. Misalnya, AI dapat mengidentifikasi indikasi adanya masalah selama proses logistik, mulai dari tahap transportasi hingga pengiriman. Dengan menggabungkan konektivitas IoT dan kemampuan prediktif AI, serta didukung pendekatan secure-by-design dari Thales, kami membantu menghadirkan ekosistem logistik yang tidak hanya efisien tetapi juga tangguh dan tepercaya.”

Sumber: Asmag