LogoPage <b><p style="color:#003366;">Meminimalkan ancaman dari dalam (insider threats) di pusat data dengan solusi Akses Kontrol</p></b> ~blog/2024/7/3/news juli 135
Page <b><p style="color:#003366;">Meminimalkan ancaman dari dalam (insider threats) di pusat data dengan solusi Akses Kontrol</p></b> ~blog/2024/7/3/news juli 135

Meminimalkan ancaman dari dalam (insider threats) di pusat data dengan solusi Akses Kontrol

Menjaga keamanan pusat data dari ancaman insider (orang dalam) telah menjadi perhatian kritis, karena pelanggaran data dan ancaman keamanan tidak hanya berasal dari luar tetapi semakin sering berasal dari dalam. Solusi akses control modern telah mengalami perkembangan signifikan dengan menggabungkan teknologi canggih yang dirancang untuk mengatasi dan mengurangi risiko-risiko ini.

Dengan memanfaatkan sistem biometrik canggih, otentikasi berkelanjutan, dan analitik perilaku, solusi-solusi ini meningkatkan kerangka kerja keamanan pusat data, memastikan bahwa hanya personel yang diotorisasi yang dapat mengakses data sensitif dan infrastruktur.

►Perkembangan Teknologi Akses Kontrol

Secara tradisional, sistem akses kontrol mengandalkan metode seperti kartu kunci dan PIN untuk mengamankan akses ke ruang fisik maupun digital. Namun, langkah-langkah ini seringkali kurang efektif dalam mencegah ancaman insider. Teknologi modern telah merevolusi lanskap ini melalui integrasi verifikasi biometrik dan kontrol akses berbasis peran atau sering dikenal sebagai ‘role-based’.

►Integrasi Biometrik dan Otorisasi Role-based

Teknologi biometrik, yang mencakup sistem pengenalan sidik jari dan wajah, memastikan bahwa akses diberikan berdasarkan ciri fisik yang hampir tidak mungkin direplikasi atau dipalsukan. Metode ini secara signifikan mengurangi risiko akses tanpa izin oleh insider yang mungkin memperoleh kredensial dan masuk melalui sistem tradisional.

Ketika dikombinasikan dengan otorisasi yang ‘role-based’, yang menyesuaikan hak akses dengan peran dan tanggung jawab karyawan secara perseorangan, lingkungan yang lebih aman dapat diciptakan. Pendekatan ganda ini tidak hanya membatasi akses ke area sensitif tetapi juga menerapkan prinsip hak terkecil, memastikan bahwa karyawan hanya memiliki akses ke informasi yang diperlukan untuk fungsi pekerjaan mereka.

Hanchul Kim, CEO dari Suprema, mengatakan, 'Dalam akses kontrol, mengintegrasikan biometrik dan otorisasi role-based, secara signifikan meningkatkan keamanan terhadap ancaman dari dalam.' 'Memanfaatkan teknologi biometrik untuk masuk (dalam bentuk fisik) dan akses sistem memastikan bahwa hanya personel yang diizinkan yang dapat masuk. Menggabungkan ini dengan otorisasi role-based, yang menetapkan tingkat akses berdasarkan peran dan tanggung jawab spesifik, menciptakan kerangka keamanan yang kokoh.

Pendekatan ini tidak hanya membatasi akses ke area dan data sensitif, tetapi juga menerapkan prinsip hak terkecil, memastikan bahwa karyawan hanya dapat mengakses informasi yang diperlukan untuk fungsi pekerjaan mereka. Bersama-sama, strategi-strategi ini membentuk pertahanan berlapis yang mengurangi risiko akses tidak sah dan menjaga integritas sistem dan data penting.

►Otentikasi berkelanjutan dan analitik perilaku

Untuk memperkuat langkah-langkah keamanan lebih lanjut, beberapa perusahaan telah menerapkan sistem otentikasi berkelanjutan. Sistem-sistem ini secara terus-menerus mem-verifikasi identitas individu saat mereka berinteraksi dengan sumber daya pusat data, daripada hanya mengandalkan pemeriksaan titik masuk tunggal. Metode ini memastikan bahwa setiap anomali atau deviasi dari perilaku normal terdeteksi secara real-time, sehingga mencegah terjadinya pelanggaran keamanan potensial.

Selain itu, analitik perilaku kini digunakan untuk memantau dan menganalisis perilaku pengguna secara berkelanjutan. Sistem-sistem ini menggunakan algoritma untuk mendeteksi pola-pola yang tidak biasa dalam akses dan penggunaan, yang dapat menandakan ancaman dari insider. Dengan mengintegrasikan input dari berbagai departemen seperti HR dan Keuangan, alat-alat ini dapat memberikan skor risiko kepada pemegang kartu individu, menandai setiap aktivitas yang mencurigakan untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Beberapa perusahaan telah mengembangkan alat analitik atau Business Intelligence untuk mendeteksi dan melaporkan perilaku abnormal serta aktivitas kartu guna mengidentifikasi potensi ancaman dari insider," ujar Gaoping Xiao, Direktur Penjualan untuk wilayah APAC di AMAG Technology. "Algoritma dapat menentukan skor risiko pemegang kartu berdasarkan aktivitas kartu, profil pemegang kartu, dan faktor lain seperti input dari HR atau Keuangan, dan sebagainya."

►Menerapkan sistem kontrol akses modern

Penerapan langkah-langkah kontrol akses canggih ini memerlukan perencanaan dan implementasi yang hati-hati. Pusat data harus menilai posisi keamanan mereka saat ini, mengidentifikasi potensi kerentanan, dan menentukan teknologi-teknologi yang sesuai dengan kebutuhan keamanan spesifik mereka.

Hal ini melibatkan tidak hanya integrasi teknologi baru tetapi juga pelatihan personel untuk memahami dan mengelola sistem-sistem ini secara efektif.

►Praktik Terbaik untuk implementasi yang efektif

Penilaian risiko komprehensif: Sebelum menerapkan teknologi akses kontrol baru, sangat penting untuk melakukan penilaian risiko yang menyeluruh. Hal ini membantu mengidentifikasi area-area spesifik di mana ancaman dari dalam dapat muncul dan menyesuaikan solusi kontrol akses untuk mengatasi risiko-risiko tersebut.

Kolaborasi lintas departemen: Kolaborasi antara departemen keamanan, IT, HR, dan departemen lain yang relevan dapat memastikan bahwa semua aspek ancaman dari insider dapat ditangani secara komprehensif. Dengan berbagi informasi dan wawasan, organisasi dapat lebih baik mengidentifikasi potensi ancaman dan merespons dengan lebih efektif.

Pemantauan dan evaluasi berkelanjutan: Keefektifan sistem akses kontrol harus terus dipantau dan dievaluasi untuk memastikan bahwa mereka berfungsi sesuai yang di-inginkan. Audit secara berkala dan pembaruan sistem seiring perkembangan teknologi juga sangat penting untuk menjaga tingkat keamanan yang tinggi.

►Kesimpulan

Saat pusat data terus menjadi target utama bagi ancaman insider, pentingnya sistem kontrol akses yang canggih tidak bisa dianggap enteng.

Dengan mengintegrasikan teknologi biometrik, otentikasi berkelanjutan, dan analitika perilaku, organisasi dapat menciptakan kerangka keamanan yang kokoh yang tidak hanya mencegah akses tidak sah tetapi juga memastikan integritas dan kerahasiaan data penting.

Ketika kita maju ke depan, teknologi-teknologi ini akan memainkan peran yang semakin vital dalam melindungi aset-aset yang mendorong dunia digital kita.

Sumber: Asmag